Prosedur Pendaftaran Nikah


  • Persiapan kedua calon mempelai sebelum ke desa/kelurahan masing-masing
  1. Surat keterangan untuk mengurus pernkahan dari Rt/Rw 
  2. Copy KTP/KK yang masih berlaku
  3. Surat pernyataan belum pernah menikah Surat pernyataan belum pernah menikah dengan tanda tangan diatas materai untuk jejaka/perawan.
  4. Akta cerai untuk duda/janda cerai hidup
  5. Surat keterangan kematian yang ditanda tangani kepala desa/lurah untuk janda/duda cerai mati
  • Setelah lengkap datang ke kantor desa/kelurahan untuk mendapatkan,
  1. Surat keterangan untuk menikah (Model N1)
  2. Surat Keterangan Asal-usul (model N2)
  3. Surat Persetuan calon Mempelai (N3)
  4. Surat Keterangan orang tua (model N4)
  5. Surat Keterangan Kematian Untuk Janda/duda cerai mati (model N6)
  6. Surat pengantar rekomendasi nikah untuk pasangan yang akan menikah di luar willayah.
  • Setelah sesua lengkap datang ke KUA dengan membawa dua bundel berkas dari kedua calon mempelai untuk,  
  1.  pendaftaran nikah yang disediakan oleh KUA.
  2. Waktu pendaftaran minimal 10 hari kerja sebelum pernikahan. Bagi yang mendaftar kurang dari 10 hari harus membawa Surat dispensasi nikah dari kantor Kecamatan setempat
  3. Masing-masing calon suami/istri menyerahkan Surat Keterangan untuk Nikah (model N1), Surat Keterangan Asal-Usul (model N2), Surat Persetujuan Mempelai (model N3), Surat Keterangan tentang Orangtua (model N4), dan Surat Pemberitahuan Kehendak Nikah (model N7) dan Surat Numpang Nikah/Rekomendasi Nikah dari Kantor Kelurahan dan KUA setempat sesuai KTP.
  4. Membawa pasfoto ukuran 2x3 sebanyak 3 lembar.
  5. Melampirkan Copy Akte Kelahiran, KTP dan KK
  6. Membawa surat izin dari pengadilan apabila tidak ada izin dari orangtua/wali (bagi yang berusia kurang dari 21 tahun).
  7. Membawa dispensasi dari pengadilan bagi calon suami yang belum berumur 19 tahun dan calon isteri yang belum berumur 16 tahun.
  8. Membawa surat izin dari atasan/kesatuan jika calon pengantin adalah anggota TNI/POLRI.
  9. Membawa surat izin dari pengadilan bagi yang hendak berpoligami.
  10. Membawa Akta Cerai atau Kutipan Buku Pendaftaran Talak/Buku Pendaftaran Cerai bagi mereka yang perceraiannya terjadi sebelum berlakunya UU No.7 Th.1989.
  11. Membawa Akta Kematian atau Surat Keterangan Kematian suami/isteri yang ditandatangani oleh Lurah yang menjadi dasar pengisian model N6 bagi janda/duda yang akan menikah
  12. Membayar biaya pencatatan nikah sebesar Rp 30.000,- (tiga puluh ribu rupiah) sebagaimana PP No.47 Th. 2004
  13. Calon pengantin wajib mengikuti kursus calon pengantin (suscatin)
  14. Pelaksanaan akad nikah dipimpin oleh penghulu di Balai Nikah
  15. Penghulu memberikan buku nikah sesaat setelah akad nikah kepada pengantin.

Baca juga:


| Beranda |

 
Re-Design by Badruzaman